Pria Yang Bisa Diajak Kencan / Menikah

Bila saatnya tiba, kita tidak lagi mencari teman

kencan, tapi teman sejiwa. Tahukah anda, perbedaan

antara pria yang bisa diajak kencan dan pria yang bisa

di ajak menikah?

Pria yang bisa di ajak kencan, memberikan saat-saat

indah, tapi pria yang bisa diajak menikah akan

memberikan kehidupan yang indah untuk kita. Pria yang

bisa di ajak menikah, biasanya pemalu di awal proses

kencan, bahkan kadang tidak menarik. Tapi individu

yang justru mengawali dengan tidak terburu-buru akan

menjalani dengan proses dengan baik dan berakhir

dengan bahagia. Dlm mencari jodoh yang harus dilakukan

pertama kali dan paling mendasar, bangun persahabatan

terlebih dahulu.

Untuk menemukan CINTA SEJATI, anda tinggal mencari

sahabat terbaik, bukan pecinta ulung. Pasangan yang

telah menikah lama biasanya

mengatakan,”Pasangan saya merupakan sahabat terbaik”.

Sahabat yang akan di jadikan pasangan anda, seseorg

yang secara fisik maupun psikologis menarik hati anda.

Maksudnya pasangan hidup anda harus yang nyambung

gitchuu!

JADIKAN SAHABAT LEBIH DULU

Jangan silau dengan penampilan fisik (misal, macho,

tampan, punya mobil

bagus, bla..bla..) Kencan adalah suatu proses mencari

tahu apa yang

benar-benar diinginkan.

CARI PASANGAN BUAT MENIKAH BUKAN UNTUK PACARAN

Ingat perbedaan mendasar pria yang bisa di ajak

menikah dan yang bisa diajak kencan. Biasanya pria

yang bisa diajak kencan pandai merayu, tapi tidak

mampu mempertahankan hubungan.

JANGAN TERJEBAK DENGAN ILUSI ROMANTIS

Hati-hati dengan pria yang biasanya hanya

bersenang-senang memberikan bunga,permen/perhatian

tetapi tidak bisa memberikan dukungan saat anda

melalui saat-saat berat. Pria yang mau di ajak menikah

mencintai anda secara keseluruhan, tidak hanya yang

baik-baik saja. Carilah pria yang bisa memberikan rasa

aman secara emosional.

TENTUKAN BATAS DALAM BERHUBUNGAN

Ada beberapa pria yang tidak bisa diajak serius.

Mereka mempunyai

kecenderungan tidak setia dan selalu mencari yang

“lebih” lagi, seperti

ungkapan “rumput tetangga lebih hijau” Jika pria yang

pergi dengan anda

selalu melirik wanita lain (alias ganjen), jangan

coba-coba menjalin

hubungan dengannya. Kecuali disaat-saat tertentu dia

ingin membuat anda

jealous… (anda pasti tahu dimana dia becanda atau

serius saat melirik

wanita lain). Tentukan batasnya, jangan biarkan orang

lain berulang-ulang menyakiti hati anda, Jika terjadi

dan anda tidak mengatakan apa-apa, sama artinya dengan

“dia dpt memperlakukan anda seenak perutnya”.

TULISLAH KUALITAS YANG DI BUTUHKAN DARI SEORANG PRIA

Misalnya, jika anda membutuhkan seseorg yang

benar-benar sensitif dan bisa diajak bicara, jangan

terpaku pada pria yang tampan tapi pendiam. Jangan

buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya

tidak akan membuat anda bahagia. Jika anda tahu apa

yang di butuhkan (bukan hanya diinginkan) dan tahu apa

yang bisa membuat anda bahagia, anda akan mampu

mengenali si dia saat menampilkan kualitas dirinya,

bukan hanya dari penampilan luarnya saja.

JANGAN TAKUT BERTANYA

Jika ada pria yang berjanji akan menghubungi anda tapi

tidak melakukannya, anda berhak menanyakan alasannya.

Sering kali wanita membuat kesimpulan keliru tentang

hal ini. Pria dan wanita berbeda, mereka melakukan

sesuatu dengan alasan dan motivasi yang berbeda pula.

Jangan terlalu berprasangka dan berpikiran terlalu

jauh yang nggak-nggak. Sebaiknya minta klarifikasi

atau penjelasan secara langsung dari dia… anggap

saja dia montir bengkel mobil anda.

PAHAMI TERLEBIH DAHULU, KENCAN, SEPERTI JUGA

PERNIKAHAN, MERUPAKAN PROSES

Seperti juga persahabatan, kencan yang serius

membutuhkan waktu. Dalam tahap ini mulailah mencari

tahu seperti apa pria yang berkencan dengan anda.

Misal mencoba dengan mengatakan hal yang sederhana,

katakan padanya anda mengalami yang tidak menyenangkan

hari ini. Bila ia tdk bertanya MENGAPA dan malah

mengalihkan pembicaraan ke topik lain, anda bisa tahu

pria ini bukan orang yang enak di ajak “berbagi”

perasaan. Ingat: kemampuan berbagi, kunci ikatan cinta

sejati yang kuat. Suatu hub bukanlah suatu yang anda

miliki atau tidak. Melainkan merupakan kerja sama dua

belah pihak, satu kesatuan, dimana terdapat saling

asuh, dukungan stimulasi, kejujuran, dan banyak lagi.

MEMANDANG HUBUNGAN SEBELUMNYA SEBAGAI PELAJARAN, BUKAN

KEGAGALAN

Setiap orang yang terlibat dalam hidup anda,

memberikan pelajaran berharga (termasuk mantan-mantan

pacar anda). Apapun yang menimpa anda, anda bisa

mengambil hikmahnya. Hubungan sebelumnya bisa di

jadikan pelajaran, apa yang membuat anda bahagia dan

sebaliknya. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri,

tapi belajar dari kesalahan / kegagalan sebelumnya.

Ingat, berbuat KHILAF itu manusiawi, tapi jika

melakukannya terus menerus, itu suatu KEBODOHAN.

JANGAN TAKUT MENCOBA, SEKALIPUN TIDAK SESUAI DG

HARAPAN ANDA

Wanita seringkali terpaku pada pola harapan yang lazim

tentang cinta. Misal hanya menikah dengan pria yang

berasal dari kota, gaul, terpelajar dan bekerja di

kantor. Jangan takut mencoba sesuatu yang tampak tidak

bisa membuat anda bahagia. Siapa tahu anda malah bisa

senang tinggal di desa dengan tenang bersama suami.

Jangan hanya berkencan dengan tipe anda. Tipe hanyalah

serangkaian sifat yang ada pada seseorang, andakan

tidak berkencan dengan serangkaian tipe itu, melainkan

secara keseluruhan. Banyak pria dan wanita tidak

memanfaatkan waktu secara keseluruhan, untuk

menganalisa apa yang sebenarnya diinginkan. Mereka

langsung memilih dengan gampang dan cepat, “berkencan

dengan orang yang sesuai tipenya”. Ini adalah suatu

fobia (ketakutan) terhadap komitmen.

JADILAH DIRI ANDA SENDIRI

Jangan “berpura-pura” dalam berhubungan, percuma dan

tidak akan ada

hasilnya. Ada empat kualitas utama dari seseorg, entah

itu pria/wanita, yang bisa membuat orang lain

tertarik:

1. autentik (asli)

2. dapat di percaya

3. genuine (tulen/rajin)

4. tidak plin-plan alias konsisten

Pria dan wanita yang bisa di percaya, selalu jujur dan

menjadi dirinya

sendiri, akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya

menemukan CINTA

SEJATINYA!

Sebuah lonceng belum dapat disebut lonceng apabila

belum dibunyikan

Sebuah lagu belum dapat disebut lagu apabila belum

dinyanyikan

Cinta kasih belum dapat disebut cinta kasih apabila

hanya disimpan dalam hati tanpa dibagikan.