Bantahan Untuk Artikel Ahmad Sarwat!
Ditulis pada Januari 6, 2009 oleh Musadiq Marhaban

Haaretz, BBC, USA Today memberitakan bahwa pada tahun 2006 telah terjadi pertemuan rahasia antara Prince Bandar dan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert. Klik Gambar untuk membaca berita selengkapnya.

(Tanggapan atas “Israel dan Iran: Ada Apa?“)

Muhammad Ali Reza Sistani

Beberapa waktu yang lalu seorang Ustadz bernama Ahmad Sarwat melalui komunitas pengajiannya dan kemudian dilanjutkan di situsnya melakukan sebuah kritikan kepada Republik Islam Iran. Kritikan tersebut berkenaan dengan niat iran yang akan mengirimkan sejumlah pasukan mahasiswanya ke Palestina.

Setelah mencermati tulisan Ustadz tersebut, muatannya sangat tendensius dan lebih mewakili subyektifitas kedengkian yang membara pada mayoritas mazhab yang dianut oleh rakyat Republik Islam Iran, ketimbang memberikan analisa yang berimbang.

Sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah tentunya beliau banyak menerima informasi tentang Iran jauh lebih lengkap ketimbang kita yang berada di Indonesia, namun sayang beliau melakukan ketidak jujuran dalam melihat fenomena Iran ini, mari kita lihat ketidak jujuran ustadz tersebut.

1. KEKUATAN MILITER POTENSIAL REPUBLIK ISLAM IRAN

Dalam kritiknya Ustadz Ahmad Sarwat menuliskan “Kenapa yang bergerak malah mahasiswa, bukan tentara terlatih?” Justru dari pertanyaan itu terjadi ketidak jujuran sang ustadz. Mengapa ? Sebagai orang yang pernah tinggal di Timur Tengah dan akrab dengan bacaan berita tentang timur tengah tentu Ustadz Ahmad Sarwat sangat memahami organisasi Kemiliteran Republik Islam Iran. Tentu Ustadz tersebut mengetahui bahwa Angkatan bersenjata Iran itu unik dan sangat berbeda dengan sistem organisasi militer yang ada di dunia.

Angkatan Bersenjata Iran berdiri diatas tiga pilar yaitu :
Sepah (Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran).
Pazdaran (Pengawal Revolusi Islam) yang terdiri dari pemuda, pelajar dan mahasiswa
Basij (sukarelawan) terdiri dari kalangan orang tua,ulama.

Ketiga komponen itulah yang menyusun kekuatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran.

Mengapa Republik Islam Iran menyusun Angkatan Bersenjatanya seperti itu?

Seperti diketahui umum bahwa Angkatan bersenjata memiliki potensi sebagai ancaman dari dalam pada sebuah tatanan pemerintahan atau eksistensi sebuah negara, Angkatan Bersenjata memiliki peluang melakukan insubordinasi yang kemudian dilanjutkan pada fait a coumplie yang berujung pada coup d etate, sehingga diperlukan kekuatan yang menjadi penyeimbang baik di bidang kecabangan maupun taktik serta strategi pertempuran.

Di Iran Komposisi penyeimbang Angkatan Perangnya adalah pazdaran dan basij. Di tubuh Pazdaran Darat terdapat unit infantry, kafaleri, arteleri, zeni seperti di unit Angkatan Bersenjata Iran (sepah), Demikian juga di Pazdaran laut dan Udaranya. Struktur organisasi dan kepangkatan di pazdaran hampir sama di sepah (angkatan bersenjata Iran). Ahmadinejad berasal dari tentara Mahasiswa unit Kavaleri lapis baja Pazdaran. Dengan demikian bila Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan merongrong ideologi Islam akan segera dihadapi kekuatan penyeimbangnya. Tentu sebagai kekuatan penyeimbang profesionalitasnya ditempuh melalui pendidikan militer profesional.

Dari uraian ini timbul pertanyaan mengapa Ustadz ahmad Sarwat tidak memaparkan komposisi Angkatan bersenjata Iran tersebut, malah membuat statemen yang menyembunyikan kebenaran yang beliau ketahui.

Kalau Ustadz Ahmad Sarwat meragukan profesionalisme tentara Mahasiswa Iran bagi kita adalah aneh mengapa beliau tidak jujur, tentu beliau sangat tahu atau pernah mendengar kiprah DANESYJAYAN MUSALMAN PIRUYE KHATH-E IMAM, Sebuah detasemen militer mahasiswa yang berhasil melakukan operasi kontraintelejen terbatas yang berhasil menggulung 5000 informan CIA dan MOSSAD yang berkeliaran di Republik Islam Iran yang akan membunuh tokoh-tokoh revolusi Islam Iran. Atau, ustadz Ahmad Sarwat tidak mau melupakan peristiwa Juni 1985, dimana Tentara Mahasiswa tersebut berhasil merebut 16 dokumen CIA dan MOSSAD yang berisi desain penghancuran Republik Islam Iran dari dalam. Atau, ustadz Ahmad Sarwat masih teringat peristiwa tanggal 24 Mei 1982, disaat Basij dan Pazdaran memukul mundur Garda Nasional Iraq yang bersenjata lengkap dan terlatih di semenanjung al Faw. Kalau kemudian Ustadz ahmad sarwat mengigau soal “…jelas-jelas terbukti bahwa ada hubungan gelap antara Iran dan Israel.Sangat patut dicurigai…” bukankah alamat tuduhan adanya hubungan gelap dengan Israel tersebut lebih tepat dialamatkan kepada Ahmad Sarwat?

Kalau kemudian Ustadz Ahmad Sarwat, Lc meragukan kekuatan mahasiswa Iran, akan lebih baik jika melakukan tinjauan dengan alat ukur yang oleh militer di istilahkan dengan KEKUATAN MILITER POTENSIAL. Tinjauan dengan variabel-variabel yang terdapat dalam Kekuatan Militer Potensial untuk menilai Pazdaran Mahasiswa jauh lebih baik ketimbang analisa “ngawur” yang hasilnya pun hanyalah pepesan kosong.

Sekedar mengingatkan pada Ustadz Ahmad Sarwat. Republik Indonesia ini pernah memiliki satuan Tentara Pelajar, Kiprah mereka dimasa revolusi patut diperhitungkan. Sekedar menyebut contoh Tentara Pelajar Republik Indonesia berhasil mempecundangi Belanda di Pertempuran Solo, Ambarawa, Semarang, Banyumas.

2. DOKTRIN MANUNGGAL

Masalah bantuan militer sangat terkait dengan penerimaan dari yang di bantu, Dalam militer dikenal dengan doktrin manunggal. Kemampuan unit perintis melakukan kontak-kontak dengan kekuatan yang akan dibantu menjadi tumpuan utama sebelum datangnya bantuan, jadi bantuan bukan hanya sekedar pertimbangan sederhana, apalagi ini menyangkut perbedaan ke mazhaban, yang di dunia Arab pernah terjadi perbedaan tajam.

Masalah ini bukan hanya menjadi masalah bagi Republik Islam Iran tetapi juga masalah bagi Hamas sendiri. Bila Hamas terlalu dekat dengan Republik Islam Iran tentu dukungan komunitas Arab akan mengalami perubahan, dan masalah geopolitik ini tentu menjadi pertimbangan strategis Hamas yang menuntut pemecahan yang cerdas, bukan asal bunyi. Ini yang tidak dijelaskan ustadz kita itu.

Dulu saya pernah membaca tulisan beliau saat dunia internasional meminta keterlibatan Iran di Iraq, di situs Era Muslim Ustadz Ahmad sarwat berteriak-teriak akan acaman Bulan sabit Syi’ah (seperti jargon Raja Abdullah II), jangan-jangan ketika Iran mengirimkan Angkatan bersenjatanya secara masif, Ustadz Ahmad sarwat akan berteriak PALESTINA AKAN DIKUASAI SYI’AH !!!, atau kalau kemudian Iran memencet tombol misilnya (seperti keinginan Ust Ahmad Sarwat) yang pada akhirnya menjadi pertempuran skala luas yang melibatkan berbagai negara, jangan-jangan Ahmad sarwat juga berteriak “ini gara-gara syi’ah menembakkan misilnya, lalu di pengajian Ahmad Sarwat berkhotbah Syi’ah Iran memicu aksi pemusnahan kalangan sunni dengan misil ke Israel, ini bukti hubungan gelap Iran Israel”

Tentu Ustadz Ahmad sarwat masih lekat ingatannya tentang beberapa peristiwa penjegalan Republik Islam Iran, sekedar mengingatkan saja. Pada saat terjadi genocide muslim bosnia, melalui konfrensi OIC (OKI) Republik Islam Iran yang (syi’ah) dan Malaysia (yang sunni) mengusulkan dibentuknya TENTARA ISLAM MULTINASIONAL untuk mengatasi masalah Bosnia, tapi usul itu justru ditentang keras oleh Arab saudi, Yordania dan Mesir, malah ide tersebut (oleh negara penolak) diteruskan pada sekutu dekatnya Amerika. Akibatnya Task Force on Terorism Research Commite pada tanggal 1/9/1992 merekomendasikan pada Konggres AS untuk mewaspadai Gerakan Republik Islam Iran yang akan menggunakan Bosnia sebagai batu loncatan Revolusi Islam ke Eropa. Kepada ketiga sekutunya, Amerika serikat menyampaikan peringatan bahaya penyebaran Syi’ah. Jadi, jika motivasinya adalah kedengkian, apapun yang diusulkan oleh Republik Islam Iran akan selalu tampak buruk dan disikapi buruk pula.

3. LOW INTENSITY OPERATIONS

Tentu Biro Politik Hamas (Khalid Mishal) bukanlah ustadz Ahmad Sarwat –yang dipenuhi kedengkian yang membakar rasionalisme berfikir sang Ustadz–, Biro politik Hamas memainkan taktik dan strategis yang bagus mereka bukanlah orang yang gila popularitas yang memblow up seluruh operasinya yang tentu saja membahayakan gerak mereka. Dalam kemiliteran dikenal dengan Istilah Operasi Intensitas Rendah Tertutup (Low Intensity Operations), Sebuah operasi yang bersifat tidak untuk dipublikasikan. Taktik ini pernah digunakan saat Hamas di embargo Israel, Iran menggunakan cara ini untuk menyelundupkan uang dan persenjataan ke Hamas lewat Hizbullah.

Low Intensity Operations ini bisa saja merubah tentara menjadi sekedar rakyat biasa untuk mengelabui lawan agar bisa masuk di garis belakang. Salah satu contohnya adalah saat TNI melakukan operasi infiltrasi ke malaysia dengan merubah unit komando (KKO) menjadi para pedagang kopra. Mengapa cara ini dipilih, majalah Angkasa pernah mengulas masalah ini.

Israel dan Amerika berkeras untuk dapat memprovokasi Iran terlibat dalam konstelasi masif, sehingga mengabsahkan globocop (Amerika serikat) melakukan invasi ke Iran, angkasa menyebutkan sayeret matkal berusaha membongkar longsongan misil yang ditembakkan Hizbullah untuk membuktikan pada dunia bahwa Republik Islam Iran terlibat disana, Tapi upaya itu gagal, karena Hizbullah telah mengganti seluruh jejak arsenal yang akan mengarah pada pembuktian keterlibatan Iran. Jadi dibutuhkan strategi yang cerdas untuk tidak terprovokasi pada terciptanya eskalasi yang lebih besar, dan ini sangat disadari Hamas dan Republik Islam Iran tetapi tidak disadari dan dipahami seorang ustadz yang bernama Ahmad Sarwat Lc.Jadi kalau Ustadz Ahmad Sarwat ingin membuat analisa bagaimana cara membantu sebuah negara yang berperang, jangan membuat analisa ala perang play station, yang pencet tombol sana pencet tombol sini.

Pertanyaanya adalah, mengapa Iran memilih taktik Low Intensity Operations? Nampaknya, kejadian masa lalu cukup menjadikan pelajaran. Disaat Republik Islam Iran masih berusia relatif muda, hampir seluruh negara Arab dan dunia mendukung program NSDD (National Securtity Decision Directive) sebuah proyek pemusnahan Republik Islam Iran yang dimotori oleh Amerika Serikat dan Israel. Allan Fridmen menyebutkan untuk memenuhi ambisi pemusnahan Republik Islam Iran sejumlah dana berhasil dikumpulkan:

Arab saudi menyumbang 30,9 M US$

Kuwait menyumbang 10 M US $

UEA menyumbang 10 M US $

Qatar, Bahrain, Oman, Yordan dikumpulkan sejumlah 40 M US $

Italia menyumbang 5 M US $

Amerika menyumbangkan 35 M US $

Israel sendiri dalam implementasinya merancang operasi tertutup yang dikenal dengan operasi staunch untuk memandulkan kekuatan militer Iran. Dari pengalaman itu, para perancang perang Iran tentu telah membuat taktik rancangan keterlibatan militer mereka tanpa harus memancing unsur luar untuk mengambil keuntungan untuk menyerang Iran.

DAN KEMANA-MANA IRAN MELAKUKAN SYI’AHISASI

Agak lucu juga membaca tulisan Ust Ahmad Sarwat Lc ini, disatu sisi ia sangat ketakutan terhadap mimpi yang diciptakannya sendiri tentang Syi’ahisasi. Tapi disisi lain memprovokasi Iran untuk terlibat dalam ekskalasi masif. Statemen ini bagi saya sangat kontradiktif.

Saran saya pada Ustadz Ahmad sarwat Lc, daripada “Mengigau” ketakutan terhadap proyek Syi’ahisasi kenapa Ustadz tidak memanfaatkan pengaruh anda untuk melobi kekuatan Arab Saudi misalnya. Sebagai ustadz yang jadi pengisi rubrik tanya jawab di Era Muslim dan Warna Islam tentu punya kekuatan lobi dengan para Syaikh di Saudi.

Mengapa harus Arab saudi, alasannya sebagai berikut :
Tentu ustadz Ahmad Sarwat Lc akan merasa lebih tenang jika yang membantu Hamas dari kalangan Sunni Wahabbi, sehingga anda tidak perlu “blingsatan” rajin membuat “dosa” dengan menyebarkan Syahwat kedengkian tentang syi’ah dan Iran.
Ahmad Sarwat Lc bisa menyarankan pada Saudi dengan taktik LOW INTENSITY OPERATIONS jika Saudi ketakutan pada kemarahan Tuannya Amerika serikat karena dinilai menyalahi kebijakan Politik Dua Pilar Amerika dan mengkhianati anzus treaty. Bagaimana caranya? Saudi itu kan punya AWACS (Airborne Warning and control System) diaktifkan saja diluar jangkauan israel, Dengan AWACS itu trajectory misil yang ditembakkan oleh Israel segera dapat dideteksi, bahkan ketika gyroscope missele diaktifkan AWACS bisa segera mendeteksi, dan saat itu di informasikan ke HAMAS sehingga Hamas bisa mencegat atau menghindari serangan itu. Atau lintasan Pesawat dan jumlah pesawat yang akan digunakan Israel dapat diteksi oleh AWACS dan segera di informasikan ke HAMAS, sehingga HAMAS bisa melakukan tindakan. Di timur tengah hanya Arab saudi yang bisa menyamai arsenal Israel. Ada baiknya Ust Ahmad Sarwat melobi Arab Saudi untuk menyelundupkan STINGER, TOW pada HAMAS agar bisa menghancurkan pesawat-pesawat Israel. Atau kalau mungkin arab saudi suruh menyelundupkan MLRS ke HAMAS. Atau kalau mungkin pesawat-pesawat Arab Saudi diminta mengudara tanpa harus melepaskan peluru cukup melakukan electronical weapon dengan melakukan jamming sehingga pesawat Israel bisa dibuat tak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya terbang. Atau minta saja Saudi menerbangkan Apachenya untuk melakukan overshoot pada pesawat -pesawat Israel. Bagimana ustadz, bukankah anda lebih tenang ketimbang mengharap Iran yang anda benci?
Atau, Tentu Ustadz yang merangkap sebagai seorang jurnalis sangat tahu, bahwa, sebagaimana di ungkapkan oleh Dr Safar al Hawali, bahwa Usamah bin Laden memiliki kekuatan aktif satu divisi Mujahedeen yang dulu pernah ditawarkan pada Pemerintahan Saudi untuk melindungi kerajaan tersebut dari aneksasi tentara Saddam, tapi justru ditolak oleh kerajaan. Dan sekarang tentara usamah itulah yang aktif membunuhi dan menyembelih orang-orang syi’ah di Iraq. Apakah tidak lebih baik antum melobi mereka untuk memerangi Israel?

SIAPAKAH SEBENARNYA AHMAD SARWAT Lc ITU ?

Pernyataan ustadz Ahmad sarwat LC ini apakah merupakan provokasi untuk mewujudkan Timur Tengah Baru dengan menjerumuskan Iran pada eskalasi perang masif? Tentu masih memerlukan pengkajian lebih mendalam. Ustadz Ahmad Sarwat LC pasti sangat memahami skenario Timur tengah baru yang mengagendakan “memelihara perpecahan ketegangan etnik dan kemazhaban” dan tentu beliau juga sudah melihat sketsa Timur Tengah Baru yang di paparkan oleh Ralph Peters di jurnal Us Armed Forces edisi juli 2006.

Melihat style beliau tentu kita tidak akan menuduh beliau sebagai seorang katsa metsada yang bertugas memuluskan rencana timur tengah baru dengan membangun opini murahan… (bukan begitu ustadz…. halo… haloooo…)

penulis adalah Peminat intelejen dan kemiliteran. Aktif di Kajian Strategis Wirakartika Ekapaksi