Ali Khamenei Tegaskan Pentingnya Persatuan Sunnah-Syiah

Sayid Ali Khamenei
Rahbar dalam kunjungannya ke kota Saqez, kemarin, kembali menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi konspirasi perpecahan antara Sunni dan Syiah yang dihembuskan musuh-musuh Islam. Dikatakannya, “Penghinaan terhadap nilai-nilai sakral Sunni dan Syiah adalah garis merah Republik Islam Iran. Pihak Sunni dan Syiah sama sekali tidak berhak mengabaikan garis merah ini dengan bersikap lalai dan fanatik (taasub).”

Kunjungan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran (Rahbar) , Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei ke Provinsi Kurdistan berakhir kemarin (Selasa, 19/5/09) dengan mengunjungi kota Saqez di provinsi ini. Selama sepekan, Provinsi Kurdistan di kota Sanandaj, Marivan, Bijar, dan Saqez menjadi tuan rumah kunjungan Rahbar.

Di hadapan masyarakat Sanandaj, Rahbar menjelaskan faktor kemuliaan nasional dan menilai sebagai hal yang sangat urgen.

Dikatakannya, menjaga kepercayaan diri dan kemuliaan di antara pondasi utama untuk menghadapi pihak-pihak asing. Dalam pertemuannya dengan tokoh-tokoh Sunni dan Syiah di Provinsi Kurdistan, Rahbar menyatakan bahwa ulama Syiah dan Sunni sudah seharusnya tidak memberikan peluang kepada para musuh untuk mengganggu persatuan dan solidaritas melalui perpecahan, perselisihan dan buruk sangka.

Selain itu, Rahbar juga melakukan pertemuan dengan para tokoh adat di kawasan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rahbar menyinggung pandangan khusus Pendiri Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini ra mengenai suku dan kelompok adat. Dikatakanya, Imam Khomeini ra menyebut kelompok adat sebagai simpanan berharga revolusi Islam Iran. Beliau juga menegaskan, kelompok-kelompok adat di provinsi ini pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, berhasil membuktikan pernyataan Imam Khomeini ra dengan partisipasi gemilang mereka dalam 30 tahun terakhir ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rahbar juga menyinggung upaya musuh dalam mengacaukan keamanan dan stabilitas kawasan dan menyebut solidaritas masyarakat Kurdi di dalam wilayah Iran sebagai bukti kewaspadaan dan kesiapaan penuh dalam menghadapi konspirasi musuh-musuh bangsa ini. Di depan para cendekiawan, seniman, budayawan, politisi dan ekonom di Provinsi Kurdistan, Rahbar juga mengajak mereka supaya waspada menghadapi konspirasi dan pikiran picik para musuh.

Rahbar dalam kunjungannya ke kota Saqez, kemarin, kembali menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi konspirasi perpecahan antara Sunni dan Syiah yang dihembuskan musuh-musuh Islam. Dikatakannya, “Penghinaan terhadap nilai-nilai sakral Sunni dan Syiah adalah garis merah Republik Islam Iran. Pihak Sunni dan Syiah sama sekali tidak berhak mengabaikan garis merah ini dengan bersikap lalai dan fanatik (taasub).”

Dalam kunjungannya selama sepekan ke Kurdistan, Rahbar ingin mengetahui problema dan kendala masyarakat dari dekat. Dalam berbagai pertemuan dengan para pejabat setempat, Rahbar menekankan pelaksanaan keputusan-keputusan demi kepentingan pembangunan di Provinsi Kurdistan. Perhatian khsusus pemerintah Islam Iran terhadap masyarakat Kurdi yang menunjukkan perjuangan luar biasa dalam membela wilayah Iran dari seranagn Rezim Baath selama delapan tahun, menunjukkan hubungan kuat antara masyarakat Kurdi di wilayah perbatasan dengan seluruh masyarakat Iran.

Rahbar dalam kunjuangannya ke provinsi ini menyelesaikan berbagai problema di kawasan ini. Sambutan luar biasa masyarakat Kurdistan kepada Rahbar mencerminkan hubungan kuat rakyat Iran dengan pemerintah Islam Iran. [islammuhammadi/mt/iribnews]