Bela sungkawa kepada Al-Mahdi Afs atas syahadahnya Ibunda beliau as

Di dalam hatiku ada sedunia ungkapan

Yang ingin kusampaikan kepadamu, wahai Imam

Katakan padaku dimana engkau berada

Kan kucium tanah bekas pijakanmu

Katakan padaku dimana engkau berada

Kan kucium tanah bekas pijakanmu

Wahai Imam, hatiku sedih

Bagaikan langit di musim gugur

Katakan padaku dimana engkau berada

Kan kucium tanah bekas pijakanmu

Kutahu bahwa cintaku padamu

Mulai bersemi kembali

Aku telah bernazar

Pabila kulihat dirimu

Pada pandangan pertama

Kan kuserahkan jiwaku padamu

Pada pandangan pertama

Kan kuserahkan jiwaku padamu

Wahai bunga al-Zahra

Alangkah indahnya pabila rumah hatiku

Selalu mejadi tempat singgahmu

Tulislah dalam lembaran hatiku

Orang yang tergila gila padamu

Apa yang terjadi pabila

Satu kali saja di setiap malam

Kau melintas di gang hatiku

Sehingga dapat ku lihat paras elokmu

Atau kudengar suaramu

Wahai Imam, di pertengahan malam

doakanlah kami dalam shalat malammu

Salam sejahtera atasmu [wahai Imam Mahdi as]

Tatkala engkau shalat dan qunut

Di setiap malam syahadah az-Zahra

Qunutnya Imam Zaman as penuh dengan tangisan

Setiap kali berqunut beliau selalu berkata: “Wa Ummaah Fatimah az-Zahra…[duhai ibuku Fatimah az-Zahra]

Salam sejahtera atasmu tatkala engkau rukuk dan bersujud

Salam sejahtera atasmu tatkala engkau bertahlil dan bertakbir

Salam sejahtera atasmu tatkala engkau bertahmid dan beristighfar

Salam sejahtera atasmu tatkala engkau berada dipagi dan sore hari

Wahai Imam, di pertengahan malam

Doakanlah kami dalam shalat malammu

Supaya waktu pagi dapat menyampaikan padaku suara dan rintihan doamu

Kan kupersembahkan diriku padamu

Karena diri ini telah tertawan oleh cintamu

Biarlah kurasakan semua sakit dan penderitaanmu

Wahai Imam, jangan sampai kulihat dirimu menangis

Jangan sampai kulihat dirimu dalam keadaan berduka

Kan kukitari dirimu

Karena kini diri ini telah tertawan oleh sakitku

Kemarilah wahai Yusuf-nya az-Zahra

Kan kucium syal dukamu

Dikatakan bahwa air matamu berdarah

Karena penderitaan yang menimpa az-Zahra

Ya Ilahi! Biarlah aku mati

Supaya tak kulihat air matamu [wahai Imam] yang berdarah

Biarlah kuserahkan jiwaku demi kedua matamu, wahai Imam

Biarlah kuserahkan jiwaku demi tahi lalat yang ada di bibirmu…

Biarlah aku mati sebagai tebusanmu

Semoga Allah swt berkenan memberikan kepada kita syafa’at Sayyidah Fatimah, ayah, suami, beserta para Imam suci dari keturunan beliau as

Amin ya Robbal alamin…

[]