Memilih Istri Tepat, Melahirkan Anak Pemberani: Abbas bin Ali

Qamar Bani Hasyim as.
Tidak dipungkiri bahwa untuk melahirkan anak yang shaleh sekaligus pemberani ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Pertama, kepribadian ibu dan pendidikannya terhadap anak tersebut. Kedua, sebelum hal itu, pemilihan yang tepat terhadap calon istri juga diperlukan. Sebagai tambahan, pentingnya meminta bantuan kepada orang yang sudah pengalaman. Begitulah yang telah dilakukan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib as.
Beberapa tahun setelah wafatnya Sayyidah Fatimah putri Nabi saw, Sayyidina Ali meminta bantuan kepada kakaknya, Aqil, untuk mencarikan calon istri dari keluarga yang pemberani dan kuat. Aqil pun mengusulkan nama Fatimah binti Hizam dari Bani Kilab. Imam setuju dan darinya Imam memiliki empat anak laki-laki, karenanya Fatimah mendapat julukan Ummul Banîn, ibu anak-anak lelaki.
Pilihan Imam tepat dan keberanian Ummul Banin terbukti. Beliau mengorbankan seluruh anak laki-lakinya untuk membela Sayyidina Husain di Karbala. Setelah mendengar kabar dari Karbala, Ummul Banin berkata, “Saya memiliki empat putra ‘singa kesayangan’. Saya korbankan mereka untuk membela Husain.” Semangat pengorbanan ini merupakan bukti ketaatan kepada kedudukan Sayyidina Ali as.
Rembulan Bani Hasyim
Madinah, 4 Syaban 26 H. Qanbar, pembantu Sayyidina Ali as, berlari ke Masjid Nabi untuk memberi kabar gembira kepada Imam tentang kelahiran putranya. Imam Ali tersenyum dan berkata, “Aku akan pulang ke rumah. Aku akan menamainya Abbas seperti nama pamanku.” Di rumah itulah Abbas bin Ali, yang dikenal dengan sebutan Abul Fadhl, tumbuh dengan cahaya Ahlul Bait bersama Imam Hasanain. Di kalangan bangsa Arab sudah menjadi tradisi untuk menyebut anak yang tampan dengan qamar atau bulan, dan Abbas yang mendapat julukan Qamar Bani Hasyim.
Ketika dunia disinari olehnya, Sayyidina Ali meminta Sayyidina Husain untuk membacakan adzan dan iqamat di telinga Abbas. Ketika Sayyidina Husain memeluknya, bayi itu tersenyum. Namun Imam Husain menangis. Beliau tahu bahwa bayi itu seperti hendak berkata, “Tuanku, saya telah datang dan dengan senang hati memberikan hidupku untukmu dan Islam.” Abbas dilahirkan untuk Imam Husain; lidah Imam Husain berada di mulut Abbas dan jiwa Abbas dikorbankan untuk Imam Husain.
Singa Abbas adalah Singa Ali
Pada malam sebelum syahidnya Sayyidina Ali, beliau mempercayakan anak-anaknya dalam penjagaan Sayyidina Hasan, kecuali Abbas. Melihat bahwa ayahnya mengecualikan dirinya, Abbas yang masih berumur 14 tahun tidak dapat menahan air matanya. Imam Ali mendengarnya menangis, kemudian memeluknya dan menaruh tangan Abbas ke tangan Imam Husain, kemudian berkata,
“Husain, anak ini aku percayakan kepadamu. Dia akan mewakilkan diriku pada hari pengorbananmu dan mempersembahkan jiwanya dalam melindungimu dan orang-orang kesayanganmu, sebagaimana aku melakukannya pada hari itu jika aku hidup…”
Pada Perang Shiffin melawan Muawiyah, Abbas masih berusia 8 tahun. Ketika Abbas melihat musuh mendekati Sayyidina Husain dari belakang, ia langsung mengambil pedang, berlari dan mengirim musuh ke neraka sambil berteriak, “Bagaimana mungkin orang berani menyerang pemimpinku selama aku masih hidup!” Muawiyah melihat hal itu dan bertanya, “Siapa anak itu?” Ketika diberitahu bahwa itu adalah Abbas bin Ali, Muawiyah berkata, “Demi Allah! Tidak ada anak muda yang bisa bertarung seperti itu kecuali putra Ali…!”
Penutup
Hari kelahiran Abbas bin Ali (4 Syaban bertepatan dengan artikel ini diposting) oleh bangsa Iran dijadikan sebagai Hari Cacat Perang Nasional. Rakyat Iran serta seluruh pengikut Ahlul Bait sedunia untuk selalu mengenang pengorbanan Al-Abbas untuk kemudian dijadikan teladan dalam pengorbanan demi kepentingan Islam dan kaum muslimin.
Beberapa Gelar Hadhrat Abbas
• Qamar Bani Hasyim (Rembulan Bani Hasyim). Ibnu Syahr Asyub dalam kitab Manaqib menulis, “Dia mendapat gelar Rembulan Bani Hasyim karena keutamaan rohani dan jasmaninya, karena cahaya kehambaan dan ikhlasnya terpancar dari wajahnya.”
• Saqqa` (Sang Pembawa Air). Julukan ini diberikan karena beliau bertugas untuk membawa air untuk kemah Imam Husain dan menghilangkan rasa haus Bani Hasyim di Karbala.
• Hamilul Lafa` (Sang Pembawa Bendera) dan Ra`îs Askar Al-Husain (Pemimpin Pasukan Imam Husain). Julukan ini diberikan karena beliau adalah orang yang memimpin dan membawa bendera pasukan Imam Husain as.
Sumber:
Gunokh Senosi
Jafariyanews.com
ZIARAT.org
Al-Hadj.com